5 Pesepakbola yang Gagal Cemerlang di MU

5 Pesepakbola yang Gagal Cemerlang di MU

Posted by

Manchester United telah disebut menjadi satu dari sekian banyak tim raksasa di dalam dunia sepak bola. Karenanya banyak bintang yang hadir dan hengkang menghiasi Old Trafford.

Setan Merah telah sering mendaratkan sejumlah bintang dengan nama besar selama bertahun-tahun. Kedatangan mereka pastinya diinginkan dapat mendongkrak penampilan tim.

Tapi, tak seluruh bintang yang hadir menuju United dapat memperlihatkan performa paling bagusnya. Tersedia beberapa penyebab yang membikin mereka tak dapat mengabulkan asa seluruh pihak.

Padahal menurut admin ini, Setan Merah terkadang mesti membayar biaya yang amat besar buat mendaratkan sang bintang. Kenyataannya, mereka masih tak dapat berkontribusi untuk tim.

Siapa saja bintang level dunia yang tidak berhasil cemerlang di Old Trafford? Berikut ini daftarnya menurut Fox Sports Asia.

Radamel Falcao – Setelah kampanye musim perdana yang diragukan usai keberangkatan Sir Alex Ferguson, Man Utd menunjuk Louis van Gaal menjadi pelatih serta memberikannya banyak sumber daya buat membenahi skuad.

Ander Herrera, Luke Shaw, Marcos Rojo, Angel Di Maria serta Daley Blind gabung dengan status permanen. Tapi, transfer yang melahirkan kehebohan ialah kehadiran Radamel Falcao dengan status loan di hari terakhir.

Falcao hadir dengan reputasi besar namun bintang Kolombia tersebut tidak ikut serta pada paruh pertama musim 2014 sebab cedera lutut serius yang malahan menjadikannya absen di Piala Dunia. Namun begitu, Manchester United sepakat membayar biaya pinjaman senilai 6 juta Pounds dengan pilihan buat membelinya dengan cara permanen senilai 43,5 juta Pounds.

Bekas bintang Atletico tersebut cuma dapat menyarangkan 4 goal di dalam 29 performa buat tim. Ia secara luas disebut menjadi satu dari sekian banyak penandatanganan paling buruk kampanye musim itu serta tak mencengangkan jika United ogah mempermanenkan statusnya.

Bastian Schweinsteiger – Bastian Schweinsteiger memiliki peran vital di dalam treble Bayern di tahun 2013 serta jawara Piala Dunia Jerman di tahun 2014. Jadi, saat Man Utd mendatangkan pemain berposisi gelandang veteran yang juga adalah bintang Jerman pertama yang memperkuat kesebelasan senior dengan cuma 6,5 juta Pounds, semua fans amat bersemangat.

Schweinsteiger gabung bersama Louis van Gaal, bekas pelatihnya di Bayern Munchen, serta Van Gaal merupakan orang yang sukses merubah Schweinsteiger jadi satu dari sekian banyak pemain berposisi gelandang tengah paling baik sejagat.

Tapi, Schweinsteiger telah tak setangguh dahulu serta cuma jadi starter di dalam 21 laga di kampanye musim debutnya dengan cuma memainkan 31 laga serta menyarangkan 1 goal.

Di kampanye musim selanjutnya saat Jose Mourinho datang, Schweinsteiger pertama kali dimainkan ke kesebelasan U-23. Ia balik lagi menuju tim di penghujung 2016 namun cuma membikin 2 penampilan sebelum disingkirkan menuju tim MLS Chicago Fire.

Diego Forlan – Forlan mengawali karir profesionalnya di Independiente dan usai menyarangkan 40 goal buat tim pada usia yang amat muda cuma di dalam 91 laga, dia menarik perhatian dari tim-tim Eropa. bila melihat data dari sini, di Januari 2002, Independiente mencapai kata sepakat bersama Middlesbrough senilai 6,9 juta Pounds serta harganya mesti dibayar di dalam 18 kali angsuran.

Saat bintang Uruguay ini terbang menuju Inggris buat bernegosiasi bersama Boro, Man Utd menjalankan manuver di tikungan terakhir serta memberikan tawaran harga yang serupa dengan Boro. Lebih lanjut, United sepakat buat menebus semua harga di dalam 1 pembayaran.

Bintang Uruguay tersebut berlaga 18 kali di kampanye musim debutnya namun tak dapat menyarangkan goal. Ia lantas berlaga 98 pertandingan pada seluruh turnamen buat United serta cuma menyarangkan 17 goal.

Walau raihan golnya rendah, fans United memiliki alasan buat tak melupakannya sebab dia menyarangkan 2 goal kontra Liverpool di Anfield buat menghantarkan kesebelasannya mendapat kemenangan serta juga 2 goal kemenangan kontra Chelsea di liga serta piala liga.

Usai pergi dari United, Forlan punya karier yang sukses di tim dan tingkat internasional yang puncaknya meraih Golden Ball pada Piala Dunia 2010.

Angel Di Maria – Di tahun 2014, Manchester United sukses mendapat Angel Di Maria dengan banderol senilai 59,7 juta Pounds yang menjadikannya jadi bintang paling mahal yang direkrut oleh tim Inggris. Kepindahannya adalah kudeta besar sebab United mendatangkan pemain level dunia walau tak berlaga pada ajang Eropa kampanye musim itu.

Ia mengawali karirnya di MU bersama meraih trofi bintang paling baik tim bulan September. Tapi, performanya mengalami penurunan sampai pertengahan Oktober serta dia dihantam cedera di penghujung November.

Penampilan jelek bintang Argentina tersebut jadi sorotan di awal 2015 serta di bulan Maret, dia diusir dari arena pertandingan kala United kalah 1-2 di markas kontra Arsenal pada ajang Piala FA. Ia memperoleh 2 kartu kuning – yang pertama lantaran diving serta yang ke 2 karena menarik jersey sang pengadil Michael Oliver.

Di akhir musim, Di Maria cuma berlaga 32 laga, menyarangkan 4 goal serta dinyatakan menjadi perekrutan paling buruk kampanye musim itu sebelum dilepaskan menuju PSG dengan tarif 44 juta Pounds.

Alexis Sanchez – Di tahun 2014, saat Barcelona bersedia melepas Alexis Sanchez, Liverpool serta Arsenal berminat dengan bintang dari Chile tersebut. Tapi, dia gabung bersama Arsenal serta kemudian menyarangkan 80 goal di dalam 166 performa buat The Gunners.

Di Januari 2018, dengan kesepakatan kontraknya tersisa beberapa bulan lagi di Emirates Stadium, Sanchez jadi rebutan 2 tim Manchester dan rasa-rasanya ditakdirkan buat gabung bersama bekas pelatihnya, Pep Guardiola, di Manchester City.

Tapi, Man Utd memberikan tawaran pada Arsenal kontrak pertukaran bintang yang melibatkan Henrikh Mkhitaryan serta juga bayaran yang setingkat lebih tinggi pada bintang Chile dan Sanchez akhirnya gabung bersama Manchester United. Kehadiran Sanchez disambut gembira namun ia cuma menyarangkan tiga gol di dalam 18 laga di kampanye musim debutnya.

Kampanye musim ini tak nampak lebih bagus bagi Sanchez sebab dia sering ada pada kursi pemain pengganti sebab kalah kompetitif bersama Anthony Martial serta Marcus Rashford. Saat berlaga, Sanchez tidak dapat memberi alasan yang cukup buat menjaganya pada starting XI sebab ia cuma menyarangkan dua gol di dalam 23 pertandingan sepanjang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.